Shoulder Joint

Posted: September 1, 2012 in Kinesiologi & Biomekanika

Shoulder pain banyak dijumpai dalam klinis dengan berbagai patologi dan metoda penanganan fisioterapi bervariasi. Ketidak tepat menetapkan jaringan spesifik, patologi dan gangguan gerak fungsional yang timbul, menyebabkan intervensi tidak efektif & efisien. Perlu pemahaman anatomi dan biomekanik, kinesiologi dan patofisio-kinesiologi, prosedur assessment, prosedur intervensi dan evaluasi  shoulder complex.

 1)   Muscles of Shoulder Joint

  • Anterior terdapat otot Pectoralis Major, Coracobrachialisdan Subscapularis
  • Posterior terdapat otot Infraspinatus dan Teres Minor
  • Rotator cuff terdapat otot Subscapularis, Supraspinatus, Infraspinatus dan Teres Minor
  • Superior terdapat otot Deltoid dan Supraspinatus
  • Inferior terdapat otot Latissimus Dorsi Teres Major, Triceps Brachii dan Long Head

 2)   Sendi yang terbentuk dalam Shoulder Joint

  1. Acromio Clavikular Joint, Merupakan plane joint acromion konkaf menghadap ke medial dan clavicula konveks, Terdapat gerakan Elevation dan Depression dan Protraction dan Retraction os Acromion konkaf. Gerakan saat elevation terjadi translasi acromion ke cranial dan saat depression translasi ke caudal. Saat protraction translasi ke ventral dan retraction translasi ke dorsal. Untuk melakukan traksinya selalu kearah lateral searah os acromion dengan cara ditarik. Keadaan saat MLPP pada posisi netral dan saat CPP pada posisi protraction penuh.
  2. Sterno Clavikular Joint, Merupakan Saddle joint clavicula konkaf kearah anteroposterior dan konveks kearah craniocaudal. Gerak fisiologis seperti AC Joint, gerakan saat elevation translasi ke caudal translation, saat depression translasi ke cranial translation, dan saat retraction translasi ke dorsal translation. Untuk melakukan traksi dengan tarikan searah axis longitudinal claviculae. Keadaan saat MLPP pada posisi netral dan saat CPP pada posisi protraction.
  3. Glenohumeral Joint, Merupakan ‘Ball and socket joint’ dibentuk oleh glenoid cavity yang concave landai menghadap kelateral serong cranio-ventral dan caput humerus yang convex. Terdapat beberapa gerakan, Flexion dan extension stretched end feel (elastic) dan gerak arthrokinematicnya adalah spin. Gerakan Abduction dalam bidang frontal elastic harder end feel, gerak arthokinematicnya berupa caudal translation. Gerakan External rotation dalam bidang tranversal elastic end feel, arthokinematic nya ventral translation. Gerakan Internal rotation dalam bidang tranversal elastic end feel, arthokinematicnya  dorsal translation. Gerakan Horizontal Abduksi dan Horizontal Adduksi dalam bidang trasversal dengan elastic end feel, gerak arthokinematicnya ventral translation dan dorsal translation. Seluruh komponen diatas memiliki gerakan traksi dengan arah tarikan kelateral sedikit serong ventrocranial. Keadaan saat MLPP pada posisi flexion dan abduction 30° sedikit internal rotation dan saat CPP pada posisi abduction dan flexion penuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s